Blog Archive
-
▼
2008
(71)
-
▼
Mei
(21)
- Allah tidak tidur.
- Jalan ini, jalan dakwah
- Aku - Kamu - Dia - Mereka - ???
- Cara Ngirit BBM
- Kamu Siap jadi ibu??
- Busanamu
- Dasar2 pemrograman
- Dasar2 pemrograman
- Only the time
- Hanya waktu saja
- Disemprit Polisi
- Di atas makam
- Hukum Ikhtilath dalam Belajar
- QUERY, KEY / KUNCI, DBMS, RELATIONSHIP, TABLE,
- Cemburu !!!!
- Wanita Non Muslimah Memandang Wanita Muslimah
- periksalah dengan teliti
- bE-bE--Em
- pembuatan "Antena Wajanbolic 2.4 Ghz
- Bisnis di Internet
- final
-
▼
Mei
(21)
Labels
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


Cemburu !!!!
Cemburu itu ada dua macam : Cemburu terhadap sesuatu dan cemburu dari sesuatu. Cemburu terhadap kekasih berarti merupakan penjagaanmu terhadapnya. Sedangkan cemburu dari sesuatu yang tak disukai, karena engkau tidak ingin dia berebut denganmu untuk mendapatkannya. Cemburu terhadap kekasih tidak menjadi sempurna kecuali dengan cemburu dari saingan. Hal ini termasuk sesuatu yang terpuji, karena kekasih akan diperburuk oleh persekutuan dalam cinta, seperti persekutuan mahluk. Sedangkan persekutuan cinta yang dianggap baik ialah seperti Rasul dan orang berilmu.
Cemburu yang terpuji ialah jika orang yang jatuh cinta cemburu karena cintanya beralih kepada selain kekasihnya, atau dia cemburu jika orang lain mengetahui cintanya lalu merusaknya, atau dia cemburu jika ada sesuatu yang mengusik kebencian kekasihnya, seperti riya’, ujub, menggunjing dan lain-lainnya.
Secara umum dapat dikatakan bahwa cemburunya itu menuntut agar semua keadaan, perbuatan dan perkataannya hanya karena Allah. Begitu pula cemburu terhadap waktunya, jika waktu itu berlalu tidak menurut kerelaan kekasih.
Cemburu itu berasal dari hamba, yaitu cemburu dari adanya saingan yang dapat merintanginya untuk mendapatkan keridhaan sang kekasih. Sedangkan cemburu kekasih kepadanya, yaitu kebenciannya jika hatinya berbalik dari cintanya untuk mencintai selainnya, sehingga sesuatu yang lain itu menjadi sekutu cintanya. Karena cemburu Allah ialah jika hamba melakukan apa yang diharamkan atas dirinya. Karena cemburu Allah inilah Dia mengharamkan kekejian, yang tampak maupun tersembunyi. Sebab mahluk merupakan hamba-Nya. Allah cemburu terhadap hamba – hamba-Nya jika cinta mereka tertuju kepada selain-Nya, lalu cinta itu mendorong mereka untuk melakukan kekejian.
Siapa yang mengagungkan keberadaan Allah di dalam hatinya lalu dia mendurhakai-Nya, lalu dia menempatkan dirinya di dalam hati mahluk lalu mereka menghinakannya.
Jika amar ma’rifah ditanam di bumi hati, maka di dalamnya akan tumbuh pohon cinta. Jika pohon itu sudah besar dan kuat, maka ia akan membuahkan ketaatan. Dengan izin Allah pohon itu akan mendatangkan hasilnya setiap saat.
Bumi fitrah adalah bumi yang subur, sangat layak untuk ditanami. Jika engkau menanam pohon iman dan takwa, maka buah yang dihasilkan akan manis selama – lamanya. Jika engkau menanam pohon kebodohan dan hawa nafsu, maka apapun buah yang dihasilkannya terasa pahit.
Kembali kepada Allah dan memohonlah kepada-Nya dengan mata, pendengaran, hati dan lidahmu. Jangan engkau keluar dari empat hal ini. Tidak ada yang kembali kepada-Nya berkat taufik-Nya kecuali dengan empat hal itu, dan tidak ada yang keluar kecuali dari empat hal ini. Orang yang mendapat taufik ialah yang mendengar, melihat, berkata dan berbuat berdasarkan kehendak tuannya. Sedangkan orang yang ditelantarkan ialah yang berbuat semua itu berdasarkan kehendak dirinya sendiri.
Perumpamaan lahirnya ketaatan, perkembangan dan tambahannya, seperti biji yang engkau semai lalu tumbuh menjadi pohon, kemudian berbuah dan engkau bisa memakan buahnya. Kemudian engkau menanam lagi bijinya. Setiap kali pohon menjadi besar dan berbuah, engkau bisa memetik buahnya dan sekaligus engkau bisa menanamnya kembali. Begitu pula yang terjadi dengan kedurhakaan.
Orang yang berakal hendaklah mencermati perumpaan ini. Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan yang datang setelah itu, dan di antara balasan keburukan adalah keburukan yang datang setelah itu.
Tidak aneh jika ada budak yang merendahkan diri kepada Allah, menyembah-Nya dan tidak bosan mengabdi kepada-Nya, karena memang dia senantiasa membutuhkan-Nya. Yang aneh ialah jika ada raja yang mengharapkan cinta budaknya dengan cara memberinya berbagai macam kenikmatan dan mencintainya dengan memberikan berbagai macam hadiah.
Dokter hati (Ibnu Qayyim AL-Jauziyah)