Blog Archive
-
▼
2008
(71)
-
▼
Mei
(21)
- Allah tidak tidur.
- Jalan ini, jalan dakwah
- Aku - Kamu - Dia - Mereka - ???
- Cara Ngirit BBM
- Kamu Siap jadi ibu??
- Busanamu
- Dasar2 pemrograman
- Dasar2 pemrograman
- Only the time
- Hanya waktu saja
- Disemprit Polisi
- Di atas makam
- Hukum Ikhtilath dalam Belajar
- QUERY, KEY / KUNCI, DBMS, RELATIONSHIP, TABLE,
- Cemburu !!!!
- Wanita Non Muslimah Memandang Wanita Muslimah
- periksalah dengan teliti
- bE-bE--Em
- pembuatan "Antena Wajanbolic 2.4 Ghz
- Bisnis di Internet
- final
-
▼
Mei
(21)
Labels
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


Allah tidak tidur.
Di dalam suatu hadits Qudsi, Allah berfirman, bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh, untuk menerima taubat orang yang taubat dan permohonan maghfirah (ampunan) hamba-Nya yang memohonkan ampun. Dan tiada sesuatupun yang dapat menyamai janji Allah. Janji Allah pasti adanya. Dan ketika pada malam-malam yang kulalui, pada hari-hari yang menyiksa batin yang kulewati, aku tersungkur memohon pertolonganNya, sedangkan Dia Maha Mendengar setiap jeritan hati. Ketika begitu banyak doa-doa dipanjatkan, ketika begitu banyak urusan kita adukan, Allah mendengar! Ketika tenggelam kita dalam lautan dzikir, dalam genangan airmata, Allah melihat!
Dan ditunjukkanNya jalan itu padaku. Ketika aku hampir putus asa, ketika aku merasa tiada yang berubah. DitunjukkanNya jalan-jalan tersebut, setahap demi setahap.
Dan ketika Dia mengilhamiku untuk memberitahukan semua padamu, pada suatu waktu itu, bahwa aku tahu apa yang engkau kira aku tidak tahu, bahwa aku sakit, dengan segala siksa itu, bahwa aku tetapkan aku harus menasehatimu, untuk menyelamatkamu, maka sesungguhnya dia sedang membuka pintu kemudahan, membuka pintu hidayah yang selama ini aku mohonkan. Dan hanya karena Dialah, Yang Maha Perkasa, Yang Menguasai segala kejadian-kejadian, maka engkau putuskan hal itu. Subhanallah! Janji Engkau benar adanya, Ya Rabb!
Walau berat, tetaplah tegar. Aku tetap mendoakanmu, walau engkau masih sulit menerimaku. Aku tahu, dan aku juga tidak tahu bagaimana akhirnya nanti. Namun doa tetaplah harus dipanjatkan.
Namun aku ikhlas dan bersabar. Kutekan luka didadaku, kucabut seribu sembilu yang menikam hatiku, walau sakit, aku mencoba melupakannya, dan aku berdoa untukmu.
dan aku berdoa untukmu!
Nb: “mu” mahasiswa unggulan